Entri Populer

Rabu, 29 September 2010

Jodoh dan Kedewasaan Kita

Assalamualaikum wr. wb
Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan “kreatif” tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?
Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi ‘bagian masalah’, namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri.

Di sini orang berlomba mengajukan “standardisasi” calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.
Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan, “Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?” Memang, ada juga jawaban lain, “Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja.” Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal.

Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah. Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.
Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.

Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.

Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan?
Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya. Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.
Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu? “Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya.” (QS Al Baqarah, 286). Di balik fenomena “telat nikah” sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.

Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.
Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku?
Wallahu a’lam bisshawaab.
wassalamu’alaikum wr wb


Sabtu, 18 September 2010

Strategi Sukses Pemasaran bagi Usaha Bisnis Kecil Menengah

Sebagian dari Anda yang sedang memulai dan mengembangkan usaha, mungkin berpikir apa cara dan bagaimana yang tepat untuk memasarkan bisnis / usaha Anda. Beriklan di tv seperti layaknya perusahaan besar? Tentu saja biayanya pasti sangat mahal sedangkan usaha Anda masih baru merintis.

Disini ruzh akan mengulas sedikit mengenai strategi pemasaran untuk bisnis kecil. Mungin ini cocok dan dapat memberi inspirasi bagi Anda yang baru saja memulai usaha.

Promosikan dengan Iklan Kecil

Bila memang Anda ingin melakukan promosi dengan iklan di media, ada baiknya Anda mempertimbangkan ukuran iklan Anda nantinya. Semakin kecil atau semakin sedikit durasinya biasanya lebih murah. Namun tetap perhatikan aspek padat singkat dan jelas dalam iklan Anda sehingga calon konsumen mengerti apa produk usaha Anda.

Jangan Tiru Gaya Promosi Perusahaan Besar

Perusahaan besar, tujuan mengiklankan produknya adalah untuk mengukuhkan brand dan penjualan di masa depan. Namun bila bisnis Anda baru saja dimulai dalam skala yang kecil, lebih baik fokuskan iklan untuk mendongkrak penjualan. Mencantumkan alamat lengkap atau nomor kontak yang jelas dalam iklan akan lebih mudah mengenalkan usaha Anda.

Strategi Harga dan Kualitas

Konsumen tidak berkompromi dengan kualitas. Karenanya, disamping harga yang kompetitif, beri perhatian pada kualitas produk yang Anda tawarkan. Bagaimanapun juga, produk Anda adalah suatu yang baru, dan belum dikenal.

Pemasaran dan Sosialisasi

Ikuti even-even tertentu seperti bazar, pameran dan sebagainya. Ini bisa meningkatkan penjualan Anda dan langsung memperkenalkan produk Anda pada target market

Jalin Kerjasama

Menjalin kerjasama dengan usaha dan bisnis kecil lainnya bisa membantu memperluas pasar usaha Anda. Biasanya usaha dan bisnis lain mempunyai target market tersendiri, dan ini merupakan peluang untuk sharing informasi.

Manfaatkan Loyalitas konsumen

Menciptakan loyalitas konsumen tidak serta merta langsung Anda peroleh. Karenanya, bila Anda sudah mampu menciptakan loyalitas konsumen melalui harga dan kualitas produk yang Anda tawarkan, jaga dan binalah mereka. Ini adalah suatu aset mahal, karena Anda bisa memanfaatkan mereka sebagai agen promosi tak resmi. Misalnya, dengan memberikan tawaran-tawaran khusus untuk mereka sebelum diberikan kepada khalayak umum. Pastikan pelanggan Anda setia, karena penguatan testimonial dari mereka jauh lebih efektif ketimbang iklan-iklan Anda di media massa.

Demikian strategi pemasaran praktis untuk usaha bisnis kecil. Semoga Anda terinspirasi dan sukses memulai usaha
 

Menyikapi Sebuah Penyesalan



Setiap kali kita melakukan sesuatu,pasti akan berdampak sesuatu bagi kehidupan kita.Entah itu menimbulkan dampak positif atau malah berdampak negatif.

Apa mungkin, setiap hal yang kita lakukan selalu berdampak positif?

Adakalanya hal yang kita lakukan justru berdampak negatif. Rasa penyesalan pasti ada dalam diri kita, jika yang telah kita lakukan pada akhirnya berdampak negatif.

Tapi bagaimana kita menyikapi sebuah penyesalan itu?

Menurut saya, penyesalan itu adalah hal yang manusiawi.

Alangkah baiknya jika kita menjadikan rasa penyesalan sebagai bahan perbaikan/pengintropeksian diri,

Bukan malah menjadikan rasa penyesalan sebagai beban sehingga menimbulkan rasa keterpurukan yang berkepanjangan.

Dan juga jangan sesekali melampiaskan rasa penyesalan kita kepada Tuhan, karena setiap sesuatu yang di berikan Tuhan adalah yang terbaik buat kita.

Jumat, 17 September 2010

LONG TERM MEMORY, Menghafal/mengingat Cara Cepat

Otak manusia terdiri dari 1 triliun sel otak dengan kapasitas yang luar biasa.
Seringkali ketika kita menghafal, kita sering mengeluh kita tidak sanggup dengan alasan otak kita sudah penuh. Padahal itu semua SALAH.

Saya akan memberikan sebuah tes..
Coba agan afalkan kata2 dibawah ini dalam waktu 20 detik..


Kucing
Sepeda
Buaya
Anjing
Bioskop
Televisi
Kasur
AC
Mobil
Api
Ayam
Sendok
Kaskus


Sepintas sepertinya sangat sulit. Seandainya kita bisa, kemampuan mengingatnya sangat terbatas. Kita tidak mampu mengingatnya dalam jangka waktu yang panjang. Karena kita hanya menggunakan SHORT TERM MEMORY

Disini saya akan men share pada agan bagaimana cara menghafalkan kata2 tersebut dalam waktu singkat, dan akan terus bertahan (menggunakan LONG TERM MEMORY)



Kemampuan otak kiri adalah berpikir secara analitik, logis, tepat, repetitif, terkumpul, mendetail, ilmiah, terikat, literal, berurutan. Sementara otak kanan berpikir secara kreatif, imajinatif, umum, intuitif, konseptual, gambaran besar, heuristik, empatetik, figuratif, tidak menentu.
Intinya otak kanan menekankan tentang kreatifitas, imajinasi, dsb. Berbeda dengan otak kiri yang menekankan pada analisa, berfikir, matematika dsb.
Dalam belajar sering kali kita terlalu menggunakan otak kiri, padahal yang diperlukan adalah keseimbangan antara keduanya. Untuk itu daya imajinasi, kreatifitas yang ada pada otak kanan harus juga dimanfaatkan..



Baik ini adalah tips untuk menghafalkan deretan kata2 tersebut dalam waktu singkat dan dengan daya ingat dalam jangka waktu yang lama.. silahkan buka

Sekarang coba agan imajinasikan dan benar2 dibayangkan :

Kucing naik
Sepeda, ketemu
Buaya, buaya jatuh cinta sama
Anjing, mereka ke
Bioskop, di bioskop nonton
Televisi, di TV ada iklan
Kasur, kasur letaknya dibawah
AC, ACnya di dalam
Mobil, mobilnya tahan
Api, apinya buat bakar
Ayam, ayam makannya pake
Sendok, sambil buka
Kaskus

Sekadar tambahan Otak agan lebih dominan mana
Untuk melihat agan lebih dominan otak kiri atau kanan, ada sebuah tes sederhana yang populer



cewek ini berpikir searah atau berlawanan jarum jam atau pindah pindah?

Jika anda melihat bahwa si mbak ini berpitar SEARAH jarum jam, berarti anda telah berpikir dengan OTAK KANAN. Sebaliknya jika anda melihat bahwa cewek ini berputar BERLAWANAN ARAH jarum jam, berarti anda telah berpikir dengan OTAK KIRI.
Jika berpindah2, anda memiliki 2 faktor yaitu berpikir dengan otak kiri dan kanan bergantian.
sumber : www.soloaja.com

Mempelajari Apapun Yang Bermanfaat

Belajar bisa buat pikiran orang tetap muda. Dengan belajar dan Mempelajari apapun yang bermanfaat buat diri dan orang lain ditiap saat , otak akan terangsang untuk terus berpikir dan melupakan raga yang semakin tua.
" Belajarlah tanpa batas waktu jangan pernah berhenti . Jika merasa kita sudah pintar dan tau segalanya maka kita akan tua walaupun saat ini umur kita masih muda ", pikiran kita akan berhenti untuk berpikir lambat laun waktu yang terus berlalu menjadi lebih singkat oleh karena pikiran kita. Jadi jika ingin merasa terus muda BELAJARLAH jangan pernah beralasan dengan faktor-foktor tertentu dan

Tidak pernah ada kata terlambat untuk BELAJAR ,yang terlambat itu jika TIDAK MAU UNTUK BELAJAR

Bahagiakanlah Orang Disekeliling Anda

"sombong banget dia..,baru punya pekerjaan kayak itu saja udah tak mau menyapa saya..." baru segitu saja udah tak mau gaul sama kita..." arogan sekali dia..mentang-mentang udah jadi bos sekarang.." kadang-kadang kata-kata itu sering terucap dari bibir orang disekeliling kita dengan sembunyi-sembunyi tanpa kita sadari,tapi jika dibiarkan sikap kita begitu akan ada pengkucilan dan pengasingan dalam pergaulan sehari-hari kita. Manusia terlahir dengan sifat dan watak yang tercipta, beragam dan banyak macamnya,orang Jepang kuno pernah merumuskan bahwa mata,telinga,dan mulut anda mengungkapkan watak anda yang paling tersembunyi,maksudnya jelas,jika manusia memang terlahir dengan watak yang berbeda-beda.jadi untuk merubah sifat yang ada pada kita amatlah naif karena udah terbentuk semula jadi..namun kita bisa merubah cara bergaul dan berinteraksi dalam kehidupan kita sehari-hari dengan berusaha menahan watak yang ada pada kita sebisa mungkin..asal kita punya keinginan untuk bisa membuat orang-orang yang berada disekeliling kita bisa bahagia. Dibawah ini ada beberapa hal yang bisa buat orang lain bahagia jika anda mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari anda
-berusahalah bersikap ramah walau itu berlawan dengan sikap kita, lakukanlah hal ini walau sekecil mungkin
- selalu berpikir positif terhadap orang lain, jangan berpikiran negatif. Begitu juga dengan hidup kita,jika kita hanya memikirkan yang negatif saja kapan kita bisa menentukan tujuan hidup kita.
- jadilah pribadi yang menarik,jauh kan ego kita, pahami orang lain,jangan mau menang sendiri dan arogan
- belajar mengenal diri sendiri agar mengenal orang lain dengan hati bukan emosi
- beri perhatian yang tulus kepada orang lain disekeliling kita,jangan dibuat-buat
-jaga temperemen agar tercipta suasana yang harmonis.
Dari berapa poin-poin diatas semoga saja anda bisa jadi pribadi yang menarik buat orang-orang disekeliling anda.

sumber :

"KERJA"

Ada suatu pandangan kalau kerja itu bermanfaat dan mulia,apabila a-moral maka justru harus dijauhi,orang-orang ini bekerja berkat dorongan keyakinan agama, orang-orang sekepercayaan ini dewasa ini pun masih banyak jumlahnya,tapi diukur dari standarnya mereka hidup bahagia dan dengan kayanya.
Ada juga orang-orang sekarang menganggap kerja sebagai hal utama, hidup buat kerja,mencari cara-cara untuk memanfaatkan waktu maupun pengeluaran enersi:'bagaimana mendapat lebih banyak uang, bagaimana memajukan karir, memperindah rumah, memperkaya milik dan lain-lain sebagainya.orang-orang seperti ini menganggap diri-sendiri sebagai tak punya pilihan lain selain bekerja itulah,kesemua nya itu menuntun kearah yang sama yakni senantiasa bekerja tanpa bermain-main dan dengan begitulah kehadiran dirinya diberi nilai.
Kerja menghasilkan,produktip,dan orang yang bekerja itu menghasilkan kebajikan, sedangkan permainan itu tanpa manfaat,dan orang yang kerjanya hanya main-main saja adalah dosa. Dengan demikan,tiap tugas merupakan kewajiban yang menuntut pengerjaan baik-baik. Prinsip kerja sebagaimana juga prinsip-prinsip moral lain yang memperbedakan antara benar dan salah, baik dan buruk ,terpuji ataukah terlarang,berubah-ubah,tergantung bagaimana ditafsirkannya atau diterapkan oleh berbagai -bagai kelompok 

sumber :

Karir

Karir digambarkan sebagai lapisan sosial dengan nilai dan lingkungan sendiri, punya gaya dan status sosial tersendiri,kadang karir juga diartikan sebagai jenjang posisì yang mapan,sering diberi harga yang berlebihan,sering jadi pemuja status dan simbol.
Karir itu sendiri diartikan mempunyai sesuatu yang dikerjakan untuk berfikir dalam mencari kemajuan. Karir boleh saja dipreteli menjadi seribu macam karir, ada karir dikantor,karir sosial,karir dimasyarakat,karir formal.jadi karir itu bukan hanya istilah untuk orang kantoran saja ,tapi karir bisa juga untuk kegiatan manusia untuk membangun motivitas dan keteraturan yang dikerjakan menuju arah yang maju dan mencapai kesuksesan.jadi yang harus kita nilai bukan macam kerjanya,tapi martabat kemuliaan kerja.
Jadi kesimpulan karir ialah martabat kerja,bukan simbol atau tongkrongan

sumber :

Jauhi stress karena pekerjaan

Stress persoalan utama yang dialami pekerja,hidup dalam dunia kerja yang berisi aktifitas-aktifitas rutin, kesibukan,kecemasan,ketegangan,tekanan,dan tanggung jawab membuat para pekerja stress maka hindarilah stress sebisa mungkin. Dibawah ini ada berapa saran yang mungkin berguna untuk menghindari stress akibat pekerjaan
1. Jangan boroskan keangkuhan diri anda dalam usaha mencapai tujuan dengan mengurusi hal-hal sepele dikantor.
2. Lihatlah apakah pekerjaan-pekerjaan itu memang pantas minta pengorbanan anda sehebat itu? Tempatkan semuanya pada proporsi yang sebenarnya.
3. Kalau pekerjangan yang anda lakukan tiba-tiba tampaknya menghadapi jalan buntu,segelah berhenti sejenak, pergi keluar untuk jalan-jalan,melihat lingkungan sekitar,tanpa memikir-mikirkanya.
4. Kalau pekerjaan yang anda lakukan memang benar-benar memerlukan tanggung jawab yang terlalu berat bagi anda,mintalah kedudukan yang lebih rendah.

Ingat stress karena pekerjaan tidak disembuhkan oleh obat,tapi oleh filsafat hidup, meskipun bukan berarti kita mesti hidup dengan merenung terus-terusan. Apa gunanya menaklukkan dunia kalau kita sendiri binasa?

sumber :

Kharisma itu Anugrah

Kharisma itu anugrah,orang yang mempunyai kharisma ,orang dapat menjadi sangat dipuja,mempunyai daya pikat. Namun ada satu hal lain yang lebih dari pada sekedar daya pikat. Ya, semacam kekuatan magnetisme atau daya pikat ajaib. Sesorang yang memiliki 'tenaga' ajaib ini seperti bisa menyirih masa yang tengah mendengarkan suaranya yang terdengar begitu memikat. Orang terpaku,terkesima,terpana pada seseorang karena sesuatu lain yang didalam dirinya. Mungkin sekali seseorang itu sama sekali tidak rupawan.
'tenaga gaib yang semua orang tidak memiliknya ini kita mengenalnya sebagai "kharisma" yang berarti anugrah,sehingga membangkitkan pancaran yang menawan pada diri seseorang entah oleh tutur katanya,entah oleh sorot matanya,entah pula oleh perilaku serta gerak-geriknya. Keseluruhan dirinya itu yang memancarkan pesona itu- yang tidak orang memiliknya. Semacam kekuatan magnestis yang menawan.orang yang punya kharisma membuat orang takjub,menaruh banyak minat serta menyayangi,begitu anehnya sehingga ia sendiri sukar di formulasikan secara utuh dan sempurna.
Banyak orang mengira,kharisma bisa diperoleh atau dipelajari seperti halnya keluwesan atau teknik memasak. Namun sesungguhnya kharisma itu anugrah,orang yang berkharisma mendapat tempat dimana saja,kapan saja dan oleh siapa saja. 

sumber :

Bekerja dengan Teman

  1. Sebelum memulai kerjasama,diskusikan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan secara detail,apa yang dibutuhkan,dan apa yang anda harapkan.   
  2. Nyatakan dengan jelas bahwa tujuan dari hubungan kerja ini adalah untuk menyelesaikan pekerjaan,apapun yang terjadi.
     
  3. Belajar untuk mengesampingkan persahabatan anda dalam bekerja
     
  4. Bila jadi atasan, jangan meminta bawahan melakukan pekerjaan lebih demi persahabatan atau demi alasan pribadi yang lain

Motivasi Diri

Apapun yang kita lakukan dan perbuat hari ini, atau yang akan datang, kita akan menjadi apapun yang telah pernah kita lakukan dan perbuat


Sebuah kata-kata motivasi yang singkat tapi punya makna yang sangat dalam jika dipahami.

Kata-kata itu mengajak kita semua untuk melakukan hal-hal yang terbaik dalam hidup ini dari pada hanya jadi penonton atas keberhasilan orang lain. Jangan pernah berpikir jika hal-hal kecil yang kita buat untuk hidup kita tidak berpengaruh dimasa depan, karena sekecil apapun adanya perbuatan itu punya dampak yang sangat berarti untuk hidup dimasa datang.

Kenapa harus ragu lagi untuk berbuat yang terbaik untuk hidup??
Walaupun sekarang efek perbuatan itu tidak nampak, tapi lambat laun dengan berjalannya waktu tentu bakal ada hasilnya. Kenapa harus ragu lagi

Jelas lah sudah semuanya jika kita mau berbuat saat ini maka akan menerima hasilnya mendatang . Ingatlah hidup kita ,kita yang menentukan dan dunia ini butuh orang-orang yang mau menghargai hidupnya untuk berbuat agar mampu menghiasi dunia dengan Kebaikan ..


Sumber : http://www.dinohp.info/2009/07/motivasi-diri.html

Untuk Yang Suka Bolos, Malas Belajar dan Kuliah, Lihat Ini

Anak-anak disebuah kampung pemulung di Cina yang bersemangat untuk belajar di sela sela kegiatan mereka mencari nafkah
Anak-anak disebuah kampung pemulung di Cina yang bersemangat untuk belajar di sela sela kegiatan mereka mencari nafkah
Seperti kita ketahui Cina merupakan salah satu negara yang saat ini pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur paling cepat di dunia. Negara yang menjadi momom dalam bidang perekonomian karena dianggap mengancam perekonomian bukan hanya negara negara berkembang namun juga negara negara maju semua kuatir dengan serang barang barang produksi Cina. Cina juga merupakan negara dengan cadangan devisa terbesar di dunia.

Kerasnya hidup tidak menghalangi kegigihan mereka untuk harus tetap menuntut ilmu
Kerasnya hidup tidak menghalangi kegigihan mereka untuk harus tetap menuntut ilmu
Apakah yang membuat mereka maju? ruanghati.com mendapatkan beberapa foto foto dari sebuah mail list tentang bagaimana gigih dan uletnya masyarakat kelas bawah di Cina untuk belajar. Foto ini disebutkan merupakan sebuah potret satu komunitas pemulung di pinggiran kota besar. Kehidupan mereka yang sangat keras harus ditempuh bukan hanya oleh para orang tua mereka namun para anak-anak yang kecil. Namun kegigihan anak-anak pemulung disana untuk belajar sungguh patut diacungi jempol.
Bagaimana semangat mereka untuk menuntut ilmu ditengah sulitnya mencari nafkah bisa kita jadikan inspirasi
Bagaimana semangat mereka untuk menuntut ilmu ditengah sulitnya mencari nafkah bisa kita jadikan inspirasi
Disela kegiatan mereka untuk menyambung hidup, diisi dengan belajar. Mungkin tidak berlebihan bila kita harus mengambil hikmah untuk belajar dari hal ini. Agar suatu hari kelak kitapun bisa bangkit menjadi bangsa yang besar
Dimana ada waktu luang di isi dengan belajar
Dimana ada waktu luang di isi dengan belajar
Kalau saja mereka yang dalam himpitan ekonomi seperti ini tetap bersemangat untuk belajar bagaimana kita yang serba kecukupan
Kalau saja mereka yang dalam himpitan ekonomi seperti ini tetap bersemangat untuk belajar bagaimana kita yang serba kecukupan
Sungguh kehidupan yang keras harus dijalani anak ini
Sungguh kehidupan yang keras harus dijalani anak ini
Potret kehidupan masyarakat kelas bawah yang tetap gigih untuk menuntut ilmu
Potret kehidupan masyarakat kelas bawah yang tetap gigih untuk menuntut ilmu
Akhirnya dengan kegigihan anak inipun memperoleh ijasah kelulusan
Akhirnya dengan kegigihan anak inipun memperoleh ijasah kelulusan
Bagi yang merasa kecukupan tidakkah tergerak kita untuk lebih giat belajar dan menuntut ilmu?

Sumber : ruanghati.com

Susahnya menangisi Dosa

Ahh....entah karena sombong, entah karena merasa cukup, entah karena diri ini tak peduli atau terlalu banyak hal yang saya lakukan tak bernilai ibadah oleh-Nya.

terasa ada yang hilang ketika melakukan amal yang diwajibkan atas perintah-Nya, keyakinan atas diterimanya amal membuat hati ini merasa cukup tanpa harus menyesali bahwa ternyata setiap hari yang dijalani selama 24 jam yang diberikan Allah padaku saat ini lebih banyak lalai dan melakukan banyak dosa sehingga ketika bercermin pada hati tersadar akan kekotoran terjebak dalam dosa yang disadari atau tidak disadari.

Cerminan wajah yang terpancar dari wajah pilu menyisakan banyak tanya bagi orang lain. wajah murung, wajah tanpa senyum , wajah penuh kebencian terpancar kesombongan dalam hati seolah paling kuat, paling beriman, paling bertaqwa.ketika semua kejadian terasa menghimpit dan tersadar hati ini bertanya kenapa sulit bagiku untuk menangisi dosaku??

Allah ampuni aku
Jangan kau biarkan aku dalam kesombongan merasa mulia dihadapan manusia namun
Engkau tak menganggap aku sebagai hamba-Mu

Rahman sadarkan akusedetik berlalu banyak sekali kelalaian yang kuperbuat tanpa bimbingan dari-Mu.
Rahim maafkan aku kesempatan yang kau beri kusia-siakan dengan lamunan akan ampunan dan jaminan surga darimu

Robb paksalah aku untuk tunduk padaMu karena begitu sulit untukku menangisi perbuatan dosakuaku lemah
ya RObb..aku sombong..aku takut Kau biarkan aku kelak di Akhirat..aku takut ketika Rasulmu memanggil umatnya aku dilupakan karena dosa dan lalai atas perintah dan laranganMu

Robb nasehat dari hamba-hamba-Mu seringkali tak kupedulikan karena kesombonganku
Ampuni aku ...Robbku ingin sekali bisa menangis karena dosaku padaMu
Robb tolong aku Robb....

 Sumber : RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 17 September 2010

Kamis, 16 September 2010

Trimah mawi pasrah; suwung pamrih; tebih ajrih; langgeng tan ana susah, tan ana seneng; antheng, sugeng jeneng.

Artinya, menerima dengan tawakal; tiada pamrih; jauh dari takut; abadi tiada duka, tiada suka; tenang memusat, bahagia bertakhta. “Trimah mawi Pasrah,” menerima apa saja dengan penuh kepasrahan. Tidak sekedar menerima, tapi perlu ada kepasrahan. Untuk menghilangkan rasa takut, maka seseorang dianjurkan untuk mengosongkan hatinya dari pamrih.

Ajining dhiri saka kedaling lathi, ajining salira saka busana

Artinya, nilai diri seseorang terletak pada gerak lidahnya, nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya. Harga diri seseorang terletak pada ucapannya. bila kata-kata yang keluar dari mulutnya baik, maka ia pun akan dikatakan sebagai orang baik. Sebaliknya, bila ia menipu, maka ia pun akan dicap sebagai penipu. Setiap orang harus memahami konsep “ajining diri saka lathi”, yang artinya: harga diri seseorang itu dinilai dengan apa yang keluar dari lidahnya. Oleh karena itu, sebelum diucapkan, hendaknya kata-kata yang akan keluar dari mulut dipikirkan dengan masak-masak.
 
Sedangkan harga diri fisikal seseorang terletak pada busana dan ia berbusana itu. Semakin tinggi kelas sosial seseorang biasanya ia berpakaian yang lebih baik. Setiap orang harus memahami konsep “ajining sarira dumunung ing busana, yang artinya badan jasmani seseorang akan dihargai jika dibungkus dengan busana yang pantas. Cara berpakaian yang luwes akan membuat mudah bergaul dengan segala lapisan sosial.

Sukses Adalah Pilihan Bukan Paksaan

Untuk mencapai sebuah kesuksesan dibutuhkan pondasi yang kokoh, yaitu segitiga KSA.

Wawasan dan pengetahuan yang luas (knowledge), bisa didapat secara formal maupun non formal, melalui belajar, membaca atau bergaul dengan banyak orang sehingga kita bisa mendengar dan belajar.Skill (keahlian atau ketrampilan) yang bisa dipelajari dan dibiasakan, tidak harus memiliki bakat khusus. Dan semuanya tidak akan mencapai kesuksesan sejati tanpa adanya niat dan sikap yang baik (Attitude).

Hargailah Hidup Kita

Waktu kita kecil kita dimanja..
Manjakah mereka??
anak
Kalo lo pikir gaji lo/uang jajan lo kurang,
bagaimana dengan mereka??
download2an2
kalo lo pikir lo enggak punya temen, tanya sama diri lo apa lo sebenernya masih punya temen2 yang masih ada di sekeliling lo…
download3kg5
Lo pikir belajar sangat berat dan menyusahkan..
bagaimana dengan dia??
download4rd1

kalo lo pikir hidup lo berat..
bagaimana dengan dia??
download6wv2
kalo lo ngegumel tentang sistem transportasi yang ada saat ini..
bagaimana dengan mereka??
download7jc8
masih kah lo berfikir untuk membentak ibu kita??
download8so6
masih kah lo ngerengek minta makan happy meal ato kfc??
hunger
mangkannya,,
selalu berpikirlah positif…masih banyak yang lebih menderita dari kita….
dengan berpikir positif…kita bisa lebih menghargai hidup kita..
hidup cuman sekali,,jangan dibuat maen-maen

gambar:kaskus

Dimulai Dengan Angan-Angan

Segala yang terjadi, dimulai dengan khayalan. Segala yang anda capai, dimulai dengan angan-angan di pikiran.

Apa yang anda sekarang angankan, bila kita bicara tentang setahun dua tahun ke depan? Apakah anda melihat masalah, dan segala sesuatu yang berantakan? Ataukah anda melihat
peluang dan keberhasilan?

Tidak ada batas bagi imajinasi. Anda boleh mengkhayalkan apa saja. Khayalan tidak bisa dibatasi realitas fisik, kesulitan keuangan, rasa takut, penolakan, dan apa saja yang mengurung anda di “dunia nyata”.

Bayangkan masa depan, dan biarkan diri anda melaju dengannya.
Tinggalkan kendala di belakang, dan tampilkan hidup yang ingin anda jalankan. Hidup yang anda ciptakan akan dimulai dari angan anda. Ciptakan angan-angan terbaik, dan mulai bertindak
untuk mewujudkannya.

sumber :  http://meemhy.wordpress.com/2009/03/08/dimulai-dengan-angan-angan/

Membeli Kebahagiaan

Hanya ada dua hal di dunia ini yang bisa membuat orang tersenyum merekah bahagia dengan wajah puas berseri di tengah malam: seks dan midnite sale. Jadi ketika beberapa hari lalu saya dan kekasih berselancar di keramaian sebuah pusat perbelanjaan besar yang sedang mengadakan pesta diskon tengah malam tersebut, memperhatikan keriangan lautan manusia dengan kantong belanjaan warna-warni mereka, saya tidak bisa berhenti berpikir, “Benarkah kita bisa membeli… kebahagiaan?”


Dalam blog Unlocked!, saya sudah sekian kalinya menulis tentang sebab-akibat kebahagiaan dan ilusi kebahagiaan, termasuk kemarin tentang bagaimana penelitian lebih dari 70 tahun membuktikan bahwa kondisi finansial tidak mampu memberikan kebahagiaan. Hari ini saya akan mengambil satu langkah lebih maju lagi dengan mengungkap bagaimana seni memakai uang dan kekayaan untuk meningkatkan kebahagiaan.

Ya, Anda tidak salah dengar… jika Anda mengerti bagaimana caranya memakai uang secara bijak, maka Anda akan menikmati hidup dengan lebih bahagia. Uang adalah budak yang baik, namun tuan yang buruk. Jadi nafsu untuk memiliki dan membeli-lah yang membuat Anda kehilangan kebahagiaan, karena hal-hal tersebut merongrong jiwa Anda sehingga merasa kurang sempurna (atau dalam arti lain, tidak bisa bahagia dengan diri Anda sendiri).

“Psychologists and economist have found that money does matter to your sense of happiness, but it doesn’t matter that much. Beyond the point at which people have enough to comfortably feed, clothe, and house themselves, having more money—even a lot more money—makes them only a little bit happier. Recent other studies have suggested that merely thinking about money makes us more solitary and selfish, and steers us away from the spending that promises to make us happiest.“

Jika ingin membeli candu kebahagiaan, pastikan Anda tidak mengeluarkannya untuk konsumsi barang, melainkan untuk konsumsi pengalaman. Mengapa barang dan materi tidak bisa membuat kita merasa bahagia? Alasannya terletak pada salah satu dari sifat syaraf manusia: membiasakan diri (habituation). Ketika sensor kita dihadapkan pada data stimulus yang sama berulang-ulang kali, maka sel-sel tersebut akan jenuh, berhenti beroperasi dan tidak menikmatinya lagi.

Otak manusia awalnya akan memperlakukan jam baru yang Anda miliki sebagai barang mahal yang lux dan memuaskan, namun tunggu saja beberapa lama, otak berangsur-angsur menginterpretasikannya sebagai onggokan besi yang berdetik. Itulah efek biopsikologis yang terjadi pada materi apapun yang kita beli. Dan bukan hanya sel otak kita membiasakan diri terhadap barang-barang tersebut, namun sel-sel itu juga kecanduan untuk mencari barang-barang baru lainnya untuk merasakan sensasi yang serupa. Akibatnya kita selalu dibayang-bayangi rasa takut dan kecewa.

Sebaliknya, konsumsi pengalaman, menurut Drake Bennet dalam tulisannya Happiness: A buyer’s guide, adalah hal-hal yang tidak akan lekang oleh waktu. Sel sensor otak juga tidak akan menjadi bosan dan kehilangan sensasi sekalipun sebuah pengalaman sudah terjadi beberapa minggu, bulan, atau tahun yang lalu. Justru semua memori pengalaman-pengalaman akan bertambah indah dan membahagiakan seiring pertambahan waktu.

Jadi praktisnya, jika Anda ingin meningkatkan kebahagiaan, gunakan uang Anda untuk liburan, makan siang atau makan malam yang sedikit lebih unik atau eksotis, mencoba tempat-tempat aktifitas baru, menyaksikan pertunjukan, dsb. Lebih jauh lagi, Anda akan jauh lebih berbahagia jika membelikan pengalaman-pengalaman tersebut untuk orang lain yang Anda sayangi, bukannya untuk diri sendiri.

“Taking a friend to lunch, it turns out, makes us happier than buying a new outfit. Splurging on a vacation makes us happy in a way that splurging on a car may not. So one of the best predictors of happiness is a strong social network; spending money on others is the one thing sure to make us significantly happier. Money makes you most happy if you don’t spend it on yourself. Of course not giving it all away, but just reallocating as little as $5 on a given day can make a difference in happiness.“

Kembali lagi ke pemandangan midnite sale beberapa malam yang lalu itu, saya tidak memungkiri mereka terlihat bahagia, sekaligus saya meringis pilu terbayang akan kesendirian, kelelahan dan keterpurukan hubungan mereka dengan orang-orang yang disayangi ketika efek candu itu mereda. Mengutip istilah Michael Eysenck, “a hedonic threadmill.”

Saya harap Anda kini bisa lebih bijaksana dalam membeli kebahagiaan. Pastikan Anda sudah terlebih dahulu bahagia sebelum bersusah-susah mengeluarkan uang untuknya. Dan oh ya, tentang kebahagiaan di tengah malam, berdasarkan pengalaman, saya sangat-sangat merekomendasikan Anda untuk menggabungkan kedua hal tersebut sekaligus. Puncak pengalaman yang sensasional… percayalah! ;)
Salam revolusi cinta,

Lex dePraxis
http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/09/02/membeli-kebahagiaan/

Kebahagiaan: Sebab atau Akibat ?

Melihat kebiasaan orang banyak, kebahagiaan seringkali menjadi tujuan hidup. Dengan kata lain, kita berusaha keras melakukan sesuatu agar bisa mendapatkan, atau setidaknya mencicipi, apa yang disebut sebagai kebahagiaan.


Contoh paling sederhana dan sering ditemukan adalah berpikir bahwa kekayaan akan membawa manusia pada kebahagiaan. Sekilas itu terasa rumus yang paling logis. Jika kita banyak uang dan bisa membeli apa saja yang diinginkan untuk sebuah kehidupan nyaman, tidakkah kita akan merasa bahagia?

Jurnal Science mengungkap fakta sebaliknya.
“Your next raise might buy you a more lavish vacation, a better car, or a few extra bedrooms, but it’s not likely to buy you much happiness. Measuring the quality of people’s daily lives via surveys, the results of a study reveals that income plays a rather insignificant role in day-to-day happiness. Although most people imagine that if they had more money they could do more fun things and perhaps be happier, the reality seems to be that those with higher incomes tend to be tenser, and spend less time on simple leisurely activities.“

Menjadikan kebahagiaan sebagai sebuah Akibat sepertinya akan membuat kita justru merasakan sebaliknya. Sama seperti banyak pria dan wanita yang ingin memiliki pacar/kekasih supaya mereka bisa merasa lebih bahagia. Secara logika, masuk akal. Tapi dalam realita, pola seperti itu adalah racun yang sangat merusak.
Saya berpendapat bahwa kebahagiaan selayaknya berada pada sisi Penyebab, sebagaimana apa yang disampaikan oleh hasil penelitian lainnya yang menyebutkan bahwa orang yang berbahagia cenderung mendapatkan lebih banyak kesuksesan dalam hidup, karir, dan aspek finansial.

Misalnya, seseorang yang merasa bahagia pada usia 18 ternyata akan mencapai kebebasan finansial, peraihan karir yang lebih tinggi dan keleluasaan bekerja ketika menyentuh usia 26. Semakin seseorang menciptakan kebahagiaan di dalam dirinya, semakin besar kemungkinan dia menciptakan prestasi yang luar biasa di dunia kerja.

“But before we find yet another reason to be envious of very happy people (not only do they get to feel great, but they get to have good jobs and make more money as well!), consider what the research on happiness and work suggests. It suggests that, when it comes to work life, we can create our own so-called “upward spirals.” The more successful we are at our jobs, the higher income we make, and the better work environment we have, the happier we will be. This increased happiness will foster greater success, more money, and an improved work environment, which will further enhance happiness, and so on and so on and so on.“

Anda dan saya bertanggung jawab untuk menempatkan kebahagiaan sebagai penyebab segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita, bukan sebaliknya.
Salam revolusi cinta,

Lex dePraxis
http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/08/05/kebahagiaan-sebab-atau-akibat/

Kebahagiaan Itu Dibuat, Bukan Dicari

Jika membicarakan kebahagiaan, tentu kita ingat juga kata cinta. Sebab kebahagiaan identik dengan keberadaan cinta. Kita harus mengetahui diri sendiri, apa yang membuat kita merasa bahagia.


Sebab, kebahagiaan harus kita sendiri yang membuat, bukan kita yang mencarinya.
Pabrik kebahagiaan berada di dalam sanubari kita sendiri. Percuma Anda pergi ke ujung dunia untuk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan tak akan Anda dapatkan di mana pun, kecuali Anda yang membuat diri berbahagia di mana pun dan kapan pun.

Faktor yang paling penting untuk membuat kita tetap sehat, sejahtera, dan bahagia, adalah mencintai dan merasa dicintai.

Bersikaplah realitis dan rencanakan sejumlah mukjizat untuk diri sendiri dan merasakan kebahagiaan itu datang dan terjadi pada kita, sebab cinta itu perlu keutuhan tubuh, pikiran, dan jiwa.
Cinta seperti segala sesuatu lainnya adalah sebuah pilihan.

Pada setiap saat dalam perjumpaan dengan orang lain, atau dalam setiap pikiran tentang diri kita sendiri, kita memiliki suatu pilihan: entah untuk menghakimi atau coba untuk mengerti terhadap apa yang sedang dihadapi, yang harus dijalani, dan yang akan direncanakan.

Energi Cinta
Cinta adalah energi. Rasakan energi itu mengalir ke dalam bagian tubuh kita, maka kita merasakan satu kehangatan, kedamaian, dan kebahagiaan, memasuki tubuh dan sanubari.
Dan energi cinta itu tidak harus selalu kita dapatkan dari luar.
Justru yang paling manjur adalah cinta yang dihasilkan dari diri kita sendiri.
Dengan mencintai dan jujur pada diri kita sendiri tentang arti cinta, maka kita tidak akan menyia- nyiakan cinta yang sudah ada dan ber- tumbuh dalam diri kita. Itulah awal pabrik kebahagiaan berproduksi dalam hati.
Sering terjadi pada banyak pasangan yang menyia-nyiakan perasaan cinta, yang tadinya menjadi suatu awal untuk keputusan hidup bersama. Kita sering lengah untuk memelihara cinta tersebut.
Cinta yang dalam adalah dalam bentuk kasih sayang yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah otot dalam tubuh kita, semakin dilatih dan dipelihara, maka akan jadi semakin kuat dan semakin bermanfaat untuk melancarkan gerakan dalam hidup.

Pada saat cinta mulai memudar dan perlahan tapi pasti kasih sayang terhadap pasangan mulai menghilang, maka kita baru sadar bahwa selama ini kita tidak menghargai keberadan cinta pasangan kita.
Di saat kita memiliki penuh, justru kita sia-siakan! Tetapi, di saat kita mulai merasa terancam kehilangan, kita berusaha mati-matian untuk mendapatkan pengakuan bahwa dia harus tetap menjadi milik kita!
Sayangnya, dalam berjuang mempertahankan atau mencoba mengembalikan cinta pasangan, yang banyak terjadi adalah kita tidak kembali merebut cinta dengan cinta. Kita salah langkah, salah bertindak, juga salah mengadaptasikan kembali cinta itu pada keharmonisan hubungan.

Maka, yang terjadi adalah cinta semakin jauh untuk dikembalikan, semakin jauh untuk diraih, karena kita membuat hubungan menjadi semakin membara dengan argumentasi yang mau menang sendiri, dengan amarah yang panas dan membuat cinta menjadi hanya legenda yang pernah ada dalam hubungan sebagai pasangan. Cinta musnah dibakar api amarah dan cemburu.

Mudah Sirna
Kenapa cinta yang membawa kebahagiaan pada pasangan menjadi begitu mudah sirna? Cinta yang demikian cepat pudar dan akhirnya lenyap dimakan waktu, antara lain adalah cinta yang diawali kata “karena” atau kata “kalau”.
Cinta bisa abadi dan penuh toleransi jika sudah melebur dan berubah menjadi cinta dimulai dengan kata “walau” atau “walaupun”.
Contoh cinta yang diawali kata “karena” adalah “Karena kamu cantik, maka aku mencintaimu!” Kemudian, “Karena kamu seorang direktur, maka saya mencintaimu!”
Lalu, contoh cinta yang diawali kata “kalau” adalah “Kalau kamu cinta saya, maka kamu seharusnya memenuhi kebutuhan saya!”
atau “Kalau kamu cinta saya, maka kamu selalu memperhatikan saya!”
Nah, bandingkan bunyi kalimat cinta yang diawali kata “walau”.
“Walaupun hidup kita kekurangan, tetapi saya tetap mencintaimu!”
Begitu juga dengan, “Walau kamu sekarang di-PHK, saya tetap mencintaimu!” atau “Walau sekarang kulitmu sudah keriput, aku tetap mencintaimu!”

Banyaknya pasangan yang membekali diri untuk hidup bersama dengan cinta berawalan “karena” dan “kalau”, maka keluhan yang paling sering terdengar dalam ruang konsultasi adalah “serumah, tapi terasa asing” dan “setempat tidur, tapi tidak tertarik lagi”.
Cinta “karena” dan cinta “kalau” mudah pudar dan luntur. Berbeda dengan cinta “walau” yang penuh toleransi, penuh pengertian, bahkan penuh maaf atas apa yang terjadi pada pasangan kita.
Kita mampu berkata, “Walau kamu menyakiti saya, tetapi saya tetap menyayangimu.”
Pilihan ada pada diri kita sendiri, mau berbahagia ya berusahalah dan berjuanglah dalam membuat kebahagiaan itu di sanubari kita.

Sebab, kebahagiaan itu merupakan energi yang menular. Kita tidak bisa membuat orang di lingkungan kita berbahagia, tanpa diri kita sendiri bahagia.
Bagaimana kita mau membuat orang di sekitar tersenyum, jika kita sendiri tidak mampu tersenyum karena hati penuh energi busuk yang dihasilkan dari amarah, rasa benci, jengkel dan merasa dipermainkan, dan sebagainya?

http://blogs.fadliwae.web.id

Rabu, 15 September 2010

Sakaratul Maut, Kapan datang ?

Andaikan seseorang dilindungi dengan dinding baja setebal 100 m, dijaga ratusan ribu pasukan elit, dll…mau atau tidak mau, siap atau tidak siap maka tiada seorangpun, siapapun, apapun yang akan mampu menghadang datangnya sakaratul maut. Kematian memang menjadi misteri karena hanya menjadi rahasia Allah semata. Untuk menyegarkan ingatan kita berikut paparan mengenai sakaratul maut, semoga semakin membawa keimanan kita pada level yang semakin tinggi.  Amien.

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
 
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.
 
Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!
 
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Amin !

(Sumber Tulisan Oleh : NN, dikumpulkan dari berbagai sumber)

Sholat Taubat, Kapan dan Mengapa diLakukan ???

           Sudah terlalu banyak kesalahan, kealpaan, dan dosa yang menggunung atas nama diri, terkadang diri santai dan masih berlagak seperti orang yang suci, merasa diri yang penuh kehormatan, diri yang jauh dari dosa, diri yang kelak pasti akan diampuniNYA, diri yang akan jauh dari siksa neraka, dst. Kapan lagi diri sadar, isyaf, dan bertaubat, apa  sajakah yang diri tunggu? Sakaratul maut bisa menghampiri diri sewaktu-waktu. Bagaimana diri akan bertaubat pada sang Khaliq???.

          Pintu gerbang taubat adalah kesadaran, penyesalan diri atas segala perbuatan yang salah dan mengundang dosa. Setelah sampai pintu gerbang maka diri segera memohon maaf dan ampunan padanya. Shalat Taubat adalah salah satu pilihan bentuk aktifitasnya. Sebuah shalat sunnat yang dilakukan atas nama ikhtiar untuk bertaubat kepada Allah SWT.

          Sang kekasih Allah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, seperti yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani dari Ali bin Abi Thalib r.a : Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)

          Cara untuk melaksanakan sholat taubat yaitu melakukan sholat dua raka’at pada waktu yang bebas, jadi dilakukan kapanpun,  kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat. Dimungkinkan pula jumlah rakaatnya 4 sampai 6, namun tetap dilakukan dua rakaat salam.
Doa untuk melakukan sholat taubat yaitu: Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Yang artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.”. Doa ini dibaca dalam hati saat melakukan takbiratul ikhrom pada awal sholat. yang terpenting adalah niat hanyalah untuk Allah Ta’ala semata-mata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya.

            Shalat taubat hendaknya menjadi pilihan utama ketika seorang muslim merasa melakukan perbuatan dosa, maka bertaubat baginya adalah sebuah kewajiban, dann disunnahkan baginya untuk melakukan shalat taubat. Sesungguhnya berdoa dan memohon ampunan apabila dilakukan setelah suatu perbuatan ketaatan seperti shalat atau membaca al Qur’an maka doanya akan dikabulkan.

            Setelah melakukan sholat ini, anda bisa memilih beragam ritual lainnya, seperti membaca wirid, membaca alquran, lalu melengkapinya dengan doa-doa. Salah satu doa khusus yang bisa anda baca adalah: Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa. Artinya: Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.
doa taubat Pictures, Images and Photos
            Demikian paparan mengenai sholat taubat ini, semoga kita selalu berada dalam suasana kebatinan yang rendah diri, iman, dan taqwa, dihadapan Sang Khaliq Yang Maha Kuasa. Selalu merasa punya salah dan dosa segunung, dan bertaubat akan jauh lebih baik dari merasa tidak begitu bersalah dan punya dosa, dan lagi tidak melakukan taubat dengan bersungguh-sungguh.

sumber : http://www.shalimow.com/islam/sholat-taubat-kapan-dan-mengapa-dilakukan.html

Selasa, 14 September 2010

7 Hukum Alam Semesta


1. Hukum Sebab Akibat
Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.

Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.


2. Hukum Daya Tarik
Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.


3. Hukum Kreativitas
Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi. Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.


4. Hukum Substitusi
Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.


5. Hukum Pelayanan
Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.


6. Hukum Penggunaan
Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti, si pelukis terkenal, beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua.

Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.


7. Hukum Tujuh
Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.

Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip itu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.

Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.

Susah Tidur, Apa Penyebabnya?

Anda sudah menstimulasi diri agar bisa tidur, tapi setelah berjam-jam tak bisa terlelap juga 
 
KOMPAS.com - Tubuh kita perlu istirahat. Oleh karena itu, ketika merasa kesulitan saat harus tidur malam, kita pasti merasa kesal, bahkan stres. Aktor Heath Ledger bahkan merasa depresi karena mengidap insomnia, dan terpaksa menenggak obat-obatan yang membuatnya bisa tidur. Malangnya, obat-obatan itu akhirnya membuatnya tidur untuk selamanya.

Bagaimana dengan kebiasaan tidur Anda? Seringkah Anda mengalami kesulitan untuk tidur? Benarkah kesulitan tidur yang Anda alami tersebut tergolong insomnia?

Jika Anda baru saja mengalami insomnia, Anda perlu memikirkan apa penyebabnya, dan bagaimana cara menghindarinya. Ketika tidak memungkinkan lagi tidur nyenyak pada malam hari, Anda perlu melakukan beberapa cara untuk memulihkan energi yang terkuras.

Bila insomnia terjadi
Pada malam hari, mungkin Anda mencoba untuk tidur, namun Anda tetap tidak bisa. Anda sudah mengubah posisi tidur dengan berbagai gaya, atau membaca buku yang membosankan agar cepat mengantuk, tetapi usaha Anda tetap tidak membuahkan hasil.

Ada banyak alasan yang dapat membuat Anda tidak dapat menikmati waktu istirahat Anda: bayi yang terus menangis, Anda sedang dalam perjalanan dinas atau sedang belajar, atau Anda memikirkan banyak hal sehingga pikiran melayang kemana-mana. Penyebab lainnya yang mungkin tidak Anda sadari: Anda tidak merasa lelah, karena tidak banyak melakukan aktivitas fisik maupun pikiran sepanjang hari.

Padahal, tidur justru merupakan salah satu cara untuk membuat otak Anda berhenti menerima informasi dan memulai proses pemulihan. Anda membutuhkan tidur agar otak Anda memulihkan diri setelah dipaksa bekerja sepanjang hari. Ketika Anda sedang studi, otak Anda menyerap begitu banyak informasi, sehingga Anda butuh lebih banyak tidur. Sebaliknya, Anda tidak perlu tidur terlalu lama ketika aktivitas otak Anda tidak terlalu tinggi.

Anda bisa melihat gambaran mengenai kondisi ini pada bayi. Ketika Anda membawa si kecil ke tempat yang baru dan bertemu banyak orang, ia justru akan lebih banyak tidur. Sebab, si kecil mendapat stimulasi terlalu banyak, sehingga otaknya kelelahan. Pada sisi lain, ada orang-orang yang aktivitas otaknya rendah, orang-orang yang tidak perlu memikirkan ruwetnya urusan pekerjaan, keluarga yang saling bertikai, atau uang sekolah anak yang semakin melambung. Mereka dapat bertahan dengan waktu tidur yang lebih sedikit dibandingkan yang lain.

Meskipun tampaknya sulit, namun Anda bisa mencoba untuk mengistirahatkan tubuh dan terutama otak. Berikut adalah tips untuk memulihkan otak ketika insomnia:
1. Berpikir tenang
Jika Anda tetap terjaga setelah waktu tidur tiba, Anda masih dapat kembali ke tingkat yang baik dengan memperlambat pikiran Anda. Cobalah untuk menahan setiap percakapan atau pikiran yang tidak perlu di otak Anda. Yang paling baik adalah bermeditasi. Anda dapat mencari beberapa video atau bacaan pengantar untuk meditasi di internet.

2. Latihan
Dengan melakukan beberapa gerakan ringan, Anda bisa bangun tidur (dalam arti tidak merasa malas dan segera bangkit dari tempat tidur) lebih cepat. Hanya saja, jangan melakukan latihan terlalu banyak dan berat. Hal ini hanya akan membuat Anda kelelahan, dan ketika duduk untuk beristirahat sejenak tiba-tiba Anda jadi mengantuk lalu ingin tidur lagi.

3. Makan yang ringan saja
Jika Anda ingin tetap terjaga, hindari makanan berat. Anda dapat mengonsumsi makanan ringan dengan frekuensi yang cukup sering. Makanan-makanan itu dapat membantu Anda menghindari kelelahan lebih lanjut sebagai akibat dari energi tubuh yang menyebabkan gangguan pencernaan dan fluktuasi kadar gula darah. Dan, tahu tidak, vitamin C dapat membuat Anda lebih tahan terjaga daripada ketika Anda mengonsumsi kopi.

Beberapa tips tersebut dapat memudahkan Anda dalam melewati hari ini. Dengan tidur lebih awal, mungkin Anda akan bangun dengan segar dan siap untuk menghadapi hari yang baru. Untungnya, seperti yang terjadi pada beberapa orang yang mengalami kesulitan tidur, Anda dapat pulih kembali setelah berhasil tidur nyenyak satu malam.

Penyebab Manusia Merasakan Jatuh Cinta


Ya...ya...sekarang saya akan mengulas artikel yang cukup menarik karena ini menyangkut aktivitas manusia pada umumnya (dan aktivitas yang penting).

Bagaimana manusia jatuh cinta. Kira-kira, jawaban apa ya yang keluar ketika anda ditanyakan, 'Mengapa kita bisa jatuh cinta ya?' (silakan jawab melalui komentar, kita akan buka diskusi mengenai ini)

Mungkin beberapa orang akan mengatakan, 'Ya...memang sudah takdir manusia seperti itu'. Tidak salah memang. Lalu mungkin ada juga yang menjawab dengan pertanyaan, 'Ya...bagaimana bisa tercipta manusia-manusia yang lain?' Luar biasa, jawaban inipun tidak salah. Rupanya akan ada banyak jawaban yang sekiranya proporsional untuk menjawab pertanyaan ini. Namun, disamping jawaban yang kedengarannya umum, kita bisa mencari penjelasan yang sifatnya scientific. Ada beberapa penjelasan mengenai aktifitas emosi (karena cinta termasuk bagian dari emosi manusia) berdasarkan sudut pandang ilmu biologi (atau mungkin kedokteran).

Dengan dasar 'segala kegiatan yang dilakukan manusia baik secara sadar maupun tidak sadar, ada peran hormon dibalik itu semua'. Ok, mungkin dari pembaca artikel ini ada yang memiliki background biologi atau kedokteran yang cukup kuat. Namun, saya tetap akan memberikan penjelasan tentang apa itu hormon (sebenarnya anda bisa langsung cari di wikipedia, namun karena saya begitu baik, saya akan carikan untuk anda).

Berdasarkan definisi yang tercantum pada wikipedia, hormon adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel. Nah, dari definisinya saja sudah terlihat, pesan. Tiap rangsangan yang ada dalam tubuh kita tentunya melibatkan reaksi kimia.

Sekarang kita akan membahas satu persatu hormon yang memengaruhi atau merangsang kegiatan yang dinamakan cinta.

Hormon pertama dopamine. Dari situs di atas, dijelaskan bahwa hormon ini bekerja selayaknya kokaine. Ketika anda bertemmu seseorang yang anda sukai, hormon dopamine ini bekerja dan sifatnya addictive. Mereka yang menyukai pasangannya seakan-akan ketagihan untuk terus bertemu dengan orang yang disukainya itu.

Pernahkah anda mendengar rayuan gombal dan tak bermutu berikut ini?

'Jantungku berdetak kencang saat aku melihatmu (hoekhh)'. Selain itu, nafas orang yang mengidap 'cinta' ini menjadi lebih cepat (atau istilahnya ngos-ngosan)

Menurut anda, siapa dalang dibalik aktifitas tak lazim tersebut? Jawabannya adalah fenylethilamin. Rupanya, rayuan gombal dan tak bermutu di atas merupakan efek dari hormon tersebut (selamat kepada anda sang pengguna rayuan tersebut. anda rupanya mengetahui efek dari fenylethilamin).

Berikutnya ada peran hormon adrenalin didalamnya. Sebagian pengaruh dari adrenalin ada yang mirip dengan fenylethilamin, yaitu mempercepat nafas. Selebihnya ada lagi hubungannya dengan , lagi-lagi lirik-lirik tak bermutu, 'makan tak nafsu karena mu' . HUAAAAHAHAHAHA.

Inilah penjelasannya mengapa lirik dan rayuan sampah terkadang ada betulnya. Membahas lirik di atas, hal itu dipacu oleh kerja hormon adrenalin. Ketika hormon ini bekerja, efek yang ditimbulkan dapat menghilankan nafsu makan karena organ pencernaan jadi bekerja lebih lambat (lagi-lagi selamat kepada mereka yang menggunakan kalimat seperti itu).
Nah, yang berikutnya rada-rada menakutkan. Rupanya, selain hormon dopamine yang bekerja selayaknya kokaine, ada juga hormon yang bekerja selayaknya morphine.

Hormon ini bernama endorpin. Hormon ini dikatakan adalah morfinnya tubuh karena memang sifatnya yang seperti morfin. Dan hormon hanya akan muncul ketika kita merasakan sakit, kegembiraan, dan orgasm. Namun, rupanya ketika kita jatuh cinta, hormon ini juga bekerja, oleh karena itu orang yang jatuh cinta merasa bahagia (kadang-kadang jadi berlebihan).
Pada kaum pria yang suka melakukan masturbasi, nih, lagi-lagi hormon ini bekerja. Namun, jika dilakukan dalam frekuensi yang tinggi (terlalu sering) memiliki dampak pada penurunan ingatan jangka pendek
Ketika anda makan cokelat, hormon endorpin ini juga akan dihasilkan.

Kemudian vasopresin. Hormon ini juga memiliki peranan dalam kegiatan sexual. Hormon ini dapat dapat menekan sekresi air. Hormon ini juga bekerja ketika seorang pria mengalami ejakulasi. Hormon ini juga berperan sebagai antidiuretik yang dapat mengatur pengeluaran urin (atau mengatur proses sekresi air). Tanpa hormon ini, anda sudah pasti memerlukan bantuan pampers.

Dan yang terakhir adalah oxytocine. Ketika anda memeluk atau membelai pasangan anda, hormon ini akan dihasilkan di hipotalamus. Hormon ini dihasilkan dalam jumlah yang besar ketika seorang wanita masuk dalam fase menyusui.

Nah, rupanya cinta bukan hanya bisa diliat dari sudut pandang sinetron saja, (dengan segala lika-liku cerita yang membuat leher pegal), namun bisa juga dibahas dari segi science.

sumber : http://terselubung.cz.cc/2010/04/penyebab-manusia-merasakan-jatuh-cinta.html

Lima Pelajaran Hidup dari Sang Lebah

Lebah adalah binatang kecil yang terukir indah dalam Alquran. Allah mengabadikan namanya pada salah satu surah dalam Alquran, yakni Annahl. Tentu, ada keistimewaan yang dimiliki hewan ini hingga namanya termaktub dalam kitab yang suci dan mulia. Lihat surah Annahl [16] ayat 68-69.
Lebah diciptakan Allah SWT dengan banyak memberi manfaat bagi manusia. Di antara manfaatnya adalah madu. Tak hanya itu, perilaku hewan kecil ini harusnya menjadi cerminan akhlak bagi Muslim sejati.
Perhatikanlah kehidupannya. Ada banyak manfaat yang bisa diambil hikmahnya dari lebah. Pertama, lebah hanya menghisap saripati bunga. Ia hanya mengambil yang inti dan membiarkan yang lain. Lebah tahu, yang menjadi kebutuhannya hanyalah saripati, bukan yang lainnya. Ini mengajarkan bahwa setiap Muslim harus mengambil sesuatu yang baik dan halal. Sebab, mengambil hak yang lain hukumnya adalah haram.
Kedua, lebah menghasilkan madu. Ia memberi manfaat bagi manusia. Ini pelajaran bagi umat Islam. Madu berasal dari saripati bunga dan baik, maka keluarnya pun baik. Sesuatu yang halal, keluarnya halal pula. Dan, ia banyak memberi manfaat bagi orang lain.
Ketiga, lebah tidak merusak. Di mana pun dia hinggap, tak ada tangkai daun ataupun ranting pohon yang patah. Betapa santunnya hewan kecil ini hingga dalam bergaul dia tidak menyakiti siapa pun dan senantiasa menjaga kedamaian dalam setiap suasana. Lebah senantiasa memegang prinsip iffah (ketenteraman) dalam pergaulan.
Keempat, lebah punya harga diri. Ia tidak akan pernah mengganggu orang lain selama kehormatan dan harga dirinya dihormati. Namun, bila harga dirinya dizalimi, ia akan siap ‘menyengat’ pengganggunya. Karena itu, setiap Muslim harus mampu menjaga kehormatan dirinya.
Sudah sepatutnya kita belajar ilmu dari lebah. Bukan karena fisik dan pesonanya yang kurang menarik, tapi karena komitmennya dalam bersikap dan berbuat. Manusia memiliki kemuliaan dari makhluk lain. Namun, tingkah laku dan kehormatan manusia bisa lebih hina dari binatang.
Allah memberikan pelajaran bagi manusia untuk mengambil hikmah dari lebah. Ia makhluk kecil yang memberikan manfaat sangat besar bagi manusia. Tentunya, tak hanya dari lebah, setiap hamparan yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT untuk kebutuhan manusia. Maka, bisakah kita mengambil pelajaran? Wallahu A’lam.

sumber : http://asmakulo.blogspot.com/2010/09/lima-pelajaran-hidup-dari-sang-lebah.html

Memahami Diri Sendiri

Memahami orang lain tidaklah mudah, tetapi ternyata memahami diri sendiri ternyata jauh lebih sulit lagi. Secara fisik saja, umpama tidak ada cermin atau semisal itu, maka manusia gagal memahami wajah dirinya sendiri. Untung Tuhan menciptakan cermin, sehingga manusia dengan sarana kaca itu, secara fisik bisa melihat dirinya sendiri. Apakah wajah dirinya tampan, cantik atau sebaliknya bisa dilihat melalui alat itu.

Untuk mengetahui aspek non fisik, misalnya tingkat kecerdasan seseorang, maka para ahli telah berusaha membuat alat ukurnya. Sekalipun tidak persis, alat ukur itu telah digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan untuk mengukur keluasan pengetahuan seseorang, telah dikembangkan berbagai macam test, berupa soal-soal atau pertanyaan-pertanyaan yang kemudian harus dijawab oleh mereka yang sedang ditest. Atas dasar jawaban-jawaban itu, maka ditentukan tingkat keluasan pengetahuannya.

Selain itu juga telah dirumuskan alat untuk mengukur sikap, bakat, dan perilaku. Sekalipun tidak selalu didapat kesimpulan secara persis, namun hasilnya bisa digunakan untuk memahami, --------pada tingkat tertentu, diri atau pribadi seseorang. Bidang ini biasanya ditekuni oleh orang-orang psikologi. Berdasarkan pengetahuan yang dikuasai, mereka melakukan pekerjaan professional di bidang itu.

Apa yang dilakukan, baik oleh guru tatkala membuat soal ujian ataupun juga para ahli psikologi dalam membuat instrument-instrumen pengukuran, hanyalah digunakan untuk mengetahui kemampuan, jiwa atau perilaku orang lain. Istrumen yang dihasilkan itu bukan untuk mengetahui dirinya sendiri. Siapapun, tidak akan mampu memahami dirinya sendiri. Oleh karena itu jika ingin mengetahuinya, maka selalu memerlukan bantuan orang lain.

Manusia melalui kegiatan riset yang ditopang oleh alat-alat laboratorium yang modern telah berhasil mengungkap rahasia alam. Apa yang dahulu tidak pernah terbayangkan, ternyata dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka rahasia alam berhasil dapat diketahui oleh manusia. Namun demikian, ternyata pengetahuan tentang manusia, -----apalagi tentang dirinya sendiri, tidak secepat diperoleh sebagaimana ketika memahami alam.

Kegagalan manusia dalam memahami dirinya sendiri selalu menjadi sumber kegagalan dalam mengembangkan aspek kehidupan yang lebih luas. Seorang yang merasa hebat, cakap, dikenal luas, artinya tidak tahu akan posisi dirinya yang sebenarnya, akhirnya mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan. Orang mengatakan di atas langit masih ada langit. Bahkan dalam kitab suci al Qur’an dikatakan bahwa langit itu berlapis tujuh. Artinya, harus selalu menyadari bahwa masih ada orang lain yang lebih hebat di atas dirinya.

Sebatas untuk mengetahui tentang diri sendiri, ternyata memang tidak mudah bagi siapapun. Untuk mengetahui diri seseorang selalu memerlukan bantuan orang lain. Namun orang lain pun tidak mudah memberitahukannya. Seringkali orang menjadi tersinggung, atau bahkan menjadi sakit hati, dan marah jika ditunjukkan atas kesalahan dan kekurangannya. Manusia pada umumnya, lebih suka ditunjukkan kebaikan dan kelebihan tentang dirinya, dan sebaliknya, tidak menyukai jika orang lain menyebut kekurangan dan kelemahannya.

Al Qur’an dan hadits nabi memberikan informasi banyak tentang siapa manusia ini. Jika kita membaca surat al Baqoroh misalnya, Allah swt., sejak di awal surat itu menjelaskan tentang watak, karakter dan perilaku manusia. Setidaknya ada tiga kategori manusia, keduanya berada pada posisi jelas, yaitu orang yang disebut sebagai orang-orang muttaqien dan orang-orang kafirien. Tetapi ternyata ada satu kelompok lagi lainnya yang tidak jelas, yaitu kaum munafiqien, yakni orang-orang yang selalu menampakkan diri pada posisi tidak jelas.

Setelah membaca surat al Baqoroh berulang-ulang, lalu merenung-renungkan kembali dan kemudian melihat berbagai kenyataan dalam kehidupan ini, ternyata memang tidak mudah manusia dipahami. Maka pantaslah jika di awal surat itu pula, dikisahkan bahwa Malaikat melakukan semacam protes, tatkala Allah swt., akan menciptakan makhluk yang diebut manusia ini.

Karena keterbatasannya itu, manusia selalu memiliki sifat salah dan lupa. Mereka mengejar-ngejar kemajuan, ternyata justru kemunduran yang didapat. Banyak orang mengejar kekayaan dan juga kekuasaan, namun harta dan kekayaannya yang didapat itu justru mencelakan dirinya. Seseorang dianggap teman, ternyata justru berperan sebagai musuh. Petugas memberantas korupsi, ternyata justru melakukan penyimpangan lebih besar lagi. Hal-hal semacam itu selalu terjadi dalam kehidupan, karena manusia seringkali tampak dalam wajah yang tidak sebenarnya.

Akibatnya banyak orang keliru, tatkala melihat kehidupan orang lain dan bahkan juga suatu bangsa. Kemajuan orang lain dan juga suatu bangsa hanya dilihat dan diukur melalui ukuran-ukuran yang sederhana, misalnya dari jumlah kekayaan yang didapat, kekuatan militer, dan teknologinya. Padahal belum tentu kekuatan itu memberikan manfataan, tidak terkecuali bagi dirinya sendiri.

Islam, agama yang dibawa oleh Muhammad saw., memiliki ukuran sendiri dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang dan bahkan juga keberhasilan suatu bangsa. Ukuran itu ialah berupa keimanan, amal sholeh, akhlak dan atau ketaqwaannya. Tolok ukur ini jauh lebih mulia, tidak sebatas perolehan yang hanya berupa benda fisik, melainkan sesuatu yang benar-benar menyelamatkan dan membahagiakan manusia dan bahkan semua makhluk dan jagad raya ini.

Atas dasar ukuran-ukuran keberhasilan hidup yang saya tangkap dari petunjuk kitab suci itu, maka seringkali saya merenung, bahwa jangan-jangan justru bangsa kita ini sesungguhnya telah meraih tingkat kemajuan yang sebenarnya. Hanya saja, kemajuan itu tidak kita kenali sepenuhnya, atau dalam bahasa Islam kurang kita syukuri, karena memang bersyukur dan mengenal diri sendiri itu sulitnya bukan main. Wallahu a’lam.

sumber : http://asmakulo.blogspot.com/2010/09/memahami-diri-sendiri.html